Hari ini Anne dan beberapa teman kencannya sepakat untuk bertemu. Sebelum senja mengubah rupa semburat kuning keemasan jadi mega mendekati pekat, Anne akan menunggu di pemberhentian bus. Oh orang-orang menyebutnya halte.

Kota sepi akhir-akhir ini. Tak ada kendaraan umum yang beroperasi. Mungkin beberapa mobil pribadi atau sepeda yang lalu lalang, Tapi tak sedikit pun melirik ke arah Anne.

Beberapa bentar menunggu, Lukas dan Grey datang sedikit tergopoh dari arah selatan.

"Apa kita telat, An?"

"Tidak, tidak. Masih belum petang."

Mereka berjalan beriringan di kota yang lengang, menuju tempat yang sudah lama tidak mereka kunjungi.  Sejak gerombolan orang sering datang dan berwisata di sana, Anne dan kawan-kawannya tersisih. Mereka pilih bersembunyi di balik rumah-rumah tuan masing-masing, atau di dalam hutan, tempat yang mereka anggap lebih aman.

"Sudah lama sekali sejak musim itu."

"Kenapa baru sekarang kita bisa merasakannya lagi? Ah kita selalu ketakutan dan kalah."

"Sekarang mereka yang ketakutan dan sembunyi."

"Aku berharap ini selamanya."

Semakin malam, beberapa jenis ternak sudah lebih dulu sampai dari Anne dan kedua teman kencannya. Mereka semakin bertambah banyak dan siap memulai pesta di tengah wabah.

Beberapa kucing rumah dengan lihai menangkap ikan-ikan di sungai yang tidak jauh dari titik kumpul. Perjamuan mereka akan lebih khusyuk karena beberapa burung gereja telah siap jadi pengiring.

"Ada tiga sampai lima lagu yang siap kami mainkan, An."

"Tenang, ada banyak menu untuk pesta malam ini. Kita selesaikan sampai larut..." []